RI Dipuji Bank Dunia, Jadi 'Role Model' Negara Berkembang

Pemerintah juga telah menerapkan berbagai kebijakan yang komprehensif agar ekonomi digital mampu menjadi kontributor utama dalam penguatan perekonomian nasional untuk mendukung Indonesia menjadi negara maju. Ini terbukti dengan diluncurkannya Visi Indonesia Digital 2045 yang digelar di Jakarta, Rabu (13/12).

Menko Airlangga menegaskan bahwa seluruhnya ini merupakan rangkaian langkah kebijakan Pemerintah, satu kesatuan ekosistem bersama RPJMN 2025-2035 dan RPJP yang tengah dibahas di parlemen.

“Seluruhnya satu jalan, satu tarikan nafas untuk mencapai Indonesia Maju di tahun 2045. Secara ekonomi, Indonesia akan menjadi 5 negara terbesar di dunia. Salah satu faktor pengungkitnya adalah faktor digitalisasi,” kata Airlangga.

Mendukung optimisme tersebut, Airlangga juga menuturkan pujian dari World Bank bagi perekonomian nasional dan mengatakan bahwa Indonesia merupakan the bright spot in the world, menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia dengan perekonomian yang tumbuh resilien.

Airlangga Blak-blakan Strategi RI Hadapi Guncangan Dunia

Airlangga juga menjelaskan kondisi perekonomian nasional yang pertumbuhannya stabil dan by all account positif. Optimisme juga didukung oleh pandangan World Bank terkait ekonomi Indonesia yang sampai tahun 2026 diprediksi bisa dijaga di kisaran 4,9% sampai 5%.

“Oleh karena itu, Indonesia menjadi sebuah model emerging country yang pertumbuhannya baik,” ujar Airlangga.

Di tingkat regional, Airlangga menuturkan bahwa ASEAN merupakan satu-satunya regional yang telah menyiapkan ekonomi digital secara komprehensif.

“Di level ASEAN, pada saat kepemimpinan Indonesia, kita siapkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA), tidak ada regional lain di seluruh dunia yang menyiapkan ekonomi digital sekomprehensif ASEAN. Dunia baru kenal CEPA, dunia baru punya FTA, tetapi DEFA itu satu satunya, yang pertama mempersiapkan adalah ASEAN dan ASEAN di bawah kepemimpinan Indonesia,” ungkap Airlangga.

Industri Manufaktur Tumbuh Subur di KEK, Kok Bisa?

Airlangga kemudian menjelaskan ekonomi digital Indonesia yang mampu menguasai 40% ekonomi digital ASEAN. Payment system digital Indonesia juga sudah menyentuh 5 negara di ASEAN dan dengan penggunaan QRIS tersebut sangat membantu perdagangan. Penggunaan QRIS kedepan akan terus didorong ke banyak negara agar nilai ekonomi digital Indonesia dapat diakselerasi semakin meningkat.

Kemudian dalam sesi doorstop bersama awak media, Airlangga kembali menekankan bahwa selain hilirisasi, Indonesia juga memerlukan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi ekonominya.

“Jadi, digitalisasi ini diharapkan kontribusi ekonominya 20%. Ini membutuhkan e-gov, kemudian pengungkit ekonomi, mulai dari manufaktur sampai e-commerce dan industri service atau kalau di digital sering kita sebut servisifikasi. Dan itu kalau berkontribusi 20% juga terhadap ekonomi, maka ini menjadi bagus,” pungkas Airlangga.

By admin99

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *